Paradigma Konstruktivisme Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Nahot Tua Parlindungan Sihaloho


DOI: http://dx.doi.org/10.29100/jr.v5i2.1397

Abstract


Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mengemban kedudukan dan fungsi sebagai pendidikan nilai, karakter, dan kewarganegaraan khas Indonesia. Melalui Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, para peserta didik sebagai bagian dari warga negara Indonesia diharapkan mampu memahami, menganalisis, dan menjawab masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan masyarakat secara berkesinambungan dan konsisten dengan cita-cita dan tujuan nasional seperti yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Paradigma konstruktivisme dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dimaknai dengan penyusunan atau membentuk pengetahuan dari pengalaman konkrit, aktivitas kolaboratif, refleksi dan interpretasi sehingga para peserta didik termotivasi dalam menggali makna fisafat dan ideologi Pancasila serta memiliki kecakapan sikap kewarganegaraan Indonesia.

Kata kunci: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Konstruktivisme

Full Text:

PDF (Indonesian)

Article Metrics :

Abstract view : 75 times

PDF (Indonesian) View : 70 times

About The Author :

Nahot Tua Parlindungan Sihaloho Universitas Tanjungpura (Indonesia)

Dosen di FISIP Untan. Pengasuh mata kuliah pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan.