Sinergi Antara Lembaga Pendidikan dan Lembaga Keluarga Untuk Mencegah Terjadinya Kenakalan Remaja di Desa Bago Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung

Kristin Ari Murti

Abstract


Murti, Kristin Ari. 2014. Sinergi antara Lembaga Pendidikan dan Lembaga Keluarga untuk Mencegah Terjadinya Kenakalan Remaja di Desa Bago.

 

Kata Kunci : Sinergi, Pencegahan Kenakalan Remaja, Lembaga Keluarga, Lembaga Sekolah

 

Kenakalan remaja menunjuk pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakatnya. Ada beberapa faktor lain yang dapat mendorong anak-anak remaja menjadi nakal dan kurang bertanggung jawab, diantaranya yang  paling  dominan  adalah  faktor  lingkungan  keluarga. Tujuan dari Penelitian ini adalah : 1.) Mendeskripsikan upaya yang dilakukan lembaga keluarga untuk mencegah kenakalan remaja, 2.) Mendeskripsikan upaya yang dilakukan lembaga sekolah untuk mencegah kenakaln remaja, 3.) Mendeskripsikan sinergi lembaga keluarga dan lembaga sekolah untuk mencegah kenakalan remaja.

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang  berfokus pada pengalaman, interpretasi serta makna hidup seseorang yang mengalaminya. Penelitian dilakukan di Lingkungan RT 02 RW 03, RT 01 RW 01 Desa Bago. Alasan pemilihan lokasi tersebut karena di lingkungan tersebut subyek penelitian tinggal. SMK SORE Tulungagung. Sekolah merupakan tempat kedua yang paling dekat dengan subyek. Dalam mengumpulkan atau memperoleh data, peneliti menggunakan metode observasi dan wawancara.

Hasil wawancara dan observasi adalah upaya yang dilakukan oleh lembaga keluarga diantaranya adalah : 1.) Melakukan kontrol dalam pergaulan. Kontrol yang baik terjadi ketika orang tua dan anak memiliki komunikasi yang baik. 2.) Orang tua mencarikan kesibukan anak. 3.) Memberikan dukungan positif kepada anak.Upaya yang dilakukan lembaga sekolah dalam mencegah kenakalan remaja adalah :1.)Menghimbau pada siswa untuk mengikuti ekstrakulikuler.2.) Pelaksanaan program-program BK. Program yang dilalankan seperti adanya program pembentukan karakter. 3.)Sinergi lembaga sekolah dan lembaga keluarga dalam mencegah kenakalan remaja adalah sebagai berikut: 1.) Diadakan home visit bagi siswa yang sering tidak masuk atau melakukan kenakalan remaja terlalu sering maka pihak wali kelas dan guru BK akan melakukan home visit atau kunjungan ke rumah siswa tersebut. 2.) menjalin komunikasi yang baik antara guru wali kelas dan wali murid. Komunikasi antara kedua pihak tersebut sangat penting, karena dnegan terjalinnya komunikasi yang baik bisa menjadi sarana pengontrol perilaku siswa dan di sekolah. Penelitian selanjutnya diharapkan melanjutkan penelitian tentang kenakalan remaja dengan metode dan variabel yang berbeda.



DOI: https://doi.org/10.29100/jr.v1i1.1038

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Rontal and Author



RONTAL (Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan)
ISSN 2613-9820 (Online) | 2477-0523 (Print)
Published by STKIP PGRI Tulungagung
Website : https://jurnal.stkippgritulungagung.ac.id/index.php/rontal/index
Email : jurnalrontal@gmail.com


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.