Perbedaan hasil belajar model pembelajaran creative problem solving dan discovery-inquiry pada peserta didik kelas x

Khumairoh Lailatul Fadilah, Riski Nur Istiqomah Dinnullah

Abstract


Menemukan adanya perbedaan hasil belajar antara model Creative Problem Solving (CPS) dengan model Discovery-Inquiry merupakan tujuan dari penelitian. Hasil belajar peserta didik yang rendah diakibatkan dari ketidakmampuannya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran ialah hal yang mendasari tujuan penelitian. Model model dalam penelitian ini menekankan antusiasme peserta didik dalam memecahkan permasalahan. Teknik Purposive Sampling digunakan dalam pemilihan kelas penelitian dengan pemberian materi pembelajaran yang sama. Data diperoleh dari uji validitas dan uji reliabilitas yang didapatkan dari pengujian instrumen. Kemudian dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis di dalam proses penganalisan data penelitian. Didapatkan hasil penelitian dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05 yakni 0,017. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar antara model Creative Problem Solving (CPS) dengan model Discovery-Inquiry pada peserta didik kelas X yang bertepatan di SMA Negeri 1 Kutorejo tahun ajaran 2019/2020. Perbedaan lainnya juga terlihat pada nilai rata rata kelas. Di kelas Discovery-Inquiry didapatkan nilai rata-rata 71,78 sedangkan di kelas Creative Problem Solving (CPS) didapatkan nilai rata-rata 84,22. Beberapa hal tersebut cukup membuktikan bahwa dibandingkan dengan model Discovery-Inquiry lebih baik jika menerapkan model Creative Problem Solving (CPS).

References


Dinnullah, R. N. . (2018). Perbedaan Model Problem Based Learning dan Discovery Learning Ditinjau

Dari Hasil Belajar Matematika Siswa. Jurnal Mercumatika, 3(1), 01–08.

https://doi.org/10.24246/j.js.2018.v8.i2.p132-141

Dongoran, S., Said, H.B., & Defitriani, E. (2019). Perbedaan Kemampuan Pemahaman Konsep

Matematis Siswa yang Memperoleh Model Pembelajaran Creativ Problem Solving (CPS) dan

Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di Kelas VII SMP Negeri 14 kota Jambi.

Jurnal Pendidikan Matematika, 3(1), 35–39.

Fatunnisa, N. A. (2019). Perbandingan Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan

Creative Problem Solving dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis Peserta Didik.

Universitas Siliwangi Tasikmalaya.

Fitriyantoro, A., & Prasetyo, A. B. (2016). Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis pada

Pembelajaran Creative Problem Solving Berpendekatan Scientific. Unnes Journal of

Mathematics Education Research, 5(2), 98–105.

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujmer%0A

Hanafiah, N., & Suhana, C. (2012). Konsep Strategi Pembelajaran. Refika Aditama.

Herlina, T., Nurhayati, B., & Mu’nisa, A. (2015). Peningkatan Motivasi, Aktivitas, dan Hasil Belajar

Peserta Didik Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Discovery-Inquiry di Kelas XC MAN

Binamu Jeneponto. Jurnal Biotek, 3(1), 67–77. http://journal.uinalauddin.ac.id/index.php/biotek/article/view/1919/1857

Hidayah, R. (2014). Pengaruh Model Pembelajaran Creativ Problem Solving (CPS) terhadap Hasil

Belajar Materi Bangun Datar pada Siswa Kelas VII SMPN I Bendungan. Institut Agama Islam

Negeri (IAIN) Tulungagung.

Masitoh, S. (2016). Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Strategi Inquiry Discovery Learning di

Kelas IV SDN kecamatan Cikarang Utara kabupaten Bekasi. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(2),

–360.

Nugraha, M.G., Kirana, K.H., & Saepuzaman, D. (2014). Efektifitas Model Pembelajaran DiscoveryInquiry Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Rasional Siswa. Prosiding Seminar

Nasional Fisika, 43–47.

Perdana, S.A., & Slameto. (2016). Penggunaan Metode Problem Based Learning (Pbl) Berbantuan

Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar.

Jurnal Pendidikan Dasar, 4(2), 73–78.

Priyatno, D. (2012). Cara Kilat Belajar Analisis Data dengan SPSS 20. ANDI.

Sari, D. P. (2014). Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Discovery-Inquiry terhadap

Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Islam YLPI Pekanbaru. Universitas

Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru.

Shoimin, A. (2014). Model Pembelajaran Inovative dalam Kurikulum 2013. Ar-ruzz Media.

Sumartono., & Yustari, E. (2014). Penerapan Model Creative Problem Solving (CPS) dalam

Pembelajaran Matematika di Kelas VIII SMP. EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(3),

–193. https://doi.org/10.20527/edumat.v2i2.612

Utami, N. D., & Sri Sutarni, M. P. (2017). Kesulitan pada siswa kelas xi dalam menyelesaikan soal

geometri ditinjau dari level berpikir. Universitas Muhammadiyah Surakarta.




DOI: https://doi.org/10.29100/jp2m.v7i2.2257

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika)
ISSN: 2580-3263 (Online) | 2460-7800 (print)
Published by
Prodi Pendidikan Matematika
Universitas Bhinneka PGRI 

in collaboration with
the Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Website : https://jurnal.stkippgritulungagung.ac.id/index.php/jp2m/index
Email : jp2m@stkippgritulungagung.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.