Makna Pendidikan Bagi Remaja Keluarga Broken Home Dalam Membentuk Konsep Diri (Studi Kasus Pada Siswa Dari Keluarga Broken Home Di UPTD SMP Negeri 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun 2017)

Siti Nurmaisaroh

Abstract


Konsep diri bukan bawaan sejak lahir, konsep diri terbentuk melalui proses belajar yang berlangsung sejak masa pertumbuhan hingga dewasa. Lingkungan, pengalaman, dan pola asuh orang tua turut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan konsep diri seseorang. Lingkungan yang kurang mendukung atau anak-anak broken home yang kurang perhatian, arahan serta kontrol dari keluargacenderung mempunyai konsep diri negatif,  anak cenderung menilai dirinya berdasarkan  apa yang ia alami dan dapatkan dari lingkungannya. Jika lingkungan memberikan sikap yang baik dan positif, maka anak akan merasa dirinya berharga, sehingga perkembangan konsep dirinya pun positif. Konsep diri bertujuan agar diri kita tidak terjerumus pada hal-hal yang dinilai kurang baik atau negatif.Pembentukan konsep diri tersebut melibatkan pendidikan keluarga dan pendidikan formal atau sekolah, bagaimana lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah tersebut dalam mendidik para remaja, agar bisa mengonsep diri mereka agar dapat berperilaku baik

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.29100/jr.v4i1.998

DOI (PDF): https://doi.org/10.29100/jr.v4i1.998.g493

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Rontal and Author



RONTAL (Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan)
ISSN 2613-9820 (Online) | 2477-0523 (Print)
Published by STKIP PGRI Tulungagung
Website : https://jurnal.stkippgritulungagung.ac.id/index.php/rontal/index
Email : jurnalrontal@gmail.com  


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.