Hambatan Kognitif Mahasiswa Dalam Proses Pembuktian Berdasarkan Toulmin’s Argumentation Pattern

Dewi Nur Aini, Imam Rofiki

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan kognitif mahasiswa dalam menyusun pembuktian matematis berdasarkan Toulmin’s Argumentation Pattern (TAP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 15 mahasiswa pendidikan matematika di Malang. Instrumen penelitian meliputi peneliti sebagai instrumen utama, soal tes pembuktian dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan mengunakan TAP untuk mengetahui hambatan kognitif mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih banyak yang mengalami hambatan kognitif dalam proses pembuktian matematis seperti kurangnya pemahaman materi prasyarat, ketidakmampuan untuk mengomunikasikan pembuktian secara matematis, kurang tepat dalam membuat claim, kurang bisa memberikan rebuttal, kurang bisa memberikan warrant deduktif, dan belum dapat membedakan data yang diketahui dan yang akan dibuktikan.


Keywords


Hambatan Kognitif; Pembuktian Matematis; Toulmin’s Argumentation Pattern

Full Text:

PDF

References


Abdussakir, A. (2015). Students thinking process in compiling mathematical proof with semantics strategy. Jurnal Pendidikan Sains, 2(3), 132–140.

Amintoko, G., Saraswati, S., & Rahmawati, N. D. (2017). Hambatan berpikir mahasiswa prodi pendidikan matematika dalam memecahkan masalah limit barisan serta pemberian scaffolding untuk mengatasinya. JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 2(2), 134–144.

Antonijevic, R. (2016). Cognitive activities in solving mathematical tasks: The role of a cognitive obstacle. EURASIA Journal of Mathematics, Science & Technology Education, 12(9), 2503–2515.

Batanero, C., Godino, J., Vallecillos, A., Green, D., & Holmes, P. (1994). Errors and difficulties in understanding elementary statistical concepts. International Journal of Mathematical Education in Science and Technology, 25, 527–547.

Creswell, J. W. (2012). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research. Pearson Education, Inc.

Demir, E., Öztürk, T., & Güven, B. (2018). Examining pre-service mathematics teachers’ reasoning errors, deficiencies and gaps in the proof process. European Journal of Science and Mathematics Education, 6(2), 44–61.

Güler, G. (2016). The difficulties experienced in teaching proof to prospective mathematics teachers: Academician Views. Higher Education Studies, 6(1), 145–158.

Handayani, P. (2015). Analisis argumentasi peserta didik Kelas X Sma Muhammadiyah 1 Palembang dengan menggunakan Model Argumentasi Toulmin. Jurnal Inovasi dan Pembelajaran Fisika, 2(1), 60–68.

Hanna, G. (2000). Proof, explanation and exploration: An overview. Educational Studies in Mathematics, 44, 5–23.

Herbst, P., & Brach, C. (2006). Proving and doing proofs in high school geometry classes: What is it that is going on for students? Cognition and Instruction, 24(1), 73–122.

Hodiyanto, H., & Susiaty, U. D. (2018). Peningkatan kemampuan pembuktian matematis melalui model pembelajaran problem posing. MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran, 6(1), 128–137.

Houston, K. (2009). How to think like a mathematician: A companion to undergraduate mathematics. Cambridge University Press.

Inglis, M., Mejia-Ramos, J. P., & Simpson, A. (2007). Modelling mathematical argumentation: The importance of qualification. Educational Studies in Mathematics, 66(1), 3–21.

Maharani, A., Setiyani, S., & Ferdianto, F. (2017). Analisis Hambatan belajar (learning obstacle) pada mata kuliah Kalkulus III. Prosiding FKIP Unswagati (pp.474-484).

Nursit, I. (2017). Hambatan Kognitif mahasiswa dalam mengonstruksi bukti pada materi Geometri Euclid. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika ’’Mengembangkan Kompetensi Strategis dan Berpikir Matematis di Abad 21”, 392–405.

Ozdemir, E., & Ovez, F. T. D. (2012). A Research on proof perceptions and attitudes towards proof and proving: Some implications for elementary mathematics prospective teachers. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 46, 2121–2125.

Rofiki, I. (2015). Penalaran imitatif siswa dalam menyelesaikan masalah generalisasi pola. penalaran imitatif siswa dalam menyelesaikan masalah generalisasi pola (pp. 511–520). Malang: Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang.

Selden, A., & Selden, J. (2003). Validations of proofs considered as texts: Can Undergraduates tell whether an argument proves a theorem? Journal for Research in Mathematics Education, 34(1), 4–36.

Stylianides, G. J., Stylianides, A. J., & Philippou, G. N. (2007). Preservice teachers’ knowledge of proof by mathematical induction. Journal of Mathematics Teacher Education, 10(3), 145–166.

Suwanti, V. (2016). Penggunaan Peta konsep untuk meningkatkan kemampuan logika pembuktian mahasiswa. Jurnal Inspirasi Pendidikan, 6(2), 876–882.

Tall, D. (Ed.). (1991). Advanced Mathematical Thinking.

Toulmin, S. E. (2003). The uses of argument. UK: Cambridge University Press.

Umah, U. (2018). Hambatan mahasiswa dalam membangun bukti matematis berdasarkan Kerangka Toulmin. Edu Math Journal Prodi Pendidikan Matematika, 6(2), 42–52.

Wahyuni, A. (2017). Analisis hambatan belajar mahasiswa pada mata kuliah Kalkulus Dasar. JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika), 1(1), 10–23.




DOI: https://doi.org/10.29100/jp2m.v7i1.1869

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika)
ISSN: 2580-3263 (Online) | 2460-7800 (print)
Published by
Prodi Pendidikan Matematika
STKIP PGRI Tulungagung

in collaboration with
the Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Website : https://jurnal.stkippgritulungagung.ac.id/index.php/jp2m/index
Email : jp2m@stkippgritulungagung.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.