Pendidikan Karakter Melalui Pendekatan Konten Sebagai Konsep Merdeka Belajar Pada Mata Pelajaran IPS Pada Tingkat SMP/Sederajat Di Era Digital

Raharjo Raharjo
Yuyus Kardiman
Asep Rudi Casmana


DOI: https://doi.org/10.29100/a

Abstract


Implementasi Pendidikan karakter sebagai kajian ontologis-epistimologis Pendidikan kewarganegraan masih terfokus pada proses pembiasaan yang dikelola oleh pihak sekolah, berbagai kegiatan ekstrakurikuluer dan keteladanan dari guru, kepala sekolah, perangkat sekilah lainnya, para tokoh masyarakat serta orang tua Namun melalui pendekatan kelas, dimana Pendidikan karakter terintegrasi dengan setiap mata pelajaran belum banyak dikembangkan pada setiap satuan Pendidikan, sehingga upaya Pendidikan karakter dirasakan sampai saat ini masih belum optimal. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman baru terhadap guru tentang pentingnya dan upaya proses pendidikan karakter berbasis konten yakni terintegrasi melalui mata pelajaran khususnya Ilmu Pengetahuan Sosial tingkat SMP. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis konten, dengan menghadirkan Pakar rumpun Pendidikan IPS dan Guru-guru mata pelajaran IPS tingkat SMP untuk memberikan penilaian terhadap hasil temuan analisis. Simpulannya bahwa upaya pendidikan karakter dilakukan melalui trisentra yakni dilaksanakan melalui pendekatan pembudayaan sekolah, masyarakat, dan kelas. Namun dalam upaya pendekatan kelas yakni melalui pengintegrasian mata pelajaran terhadap nilai karakter, mengalami banyak tantangan. Tantantan paling pendasar adalah masih banyaknya guru sebagai ujung tombak Pendidikan di lapangan tidak memahami bagaimana proses pengintegrasian mata pelajaran dengan karakter yang mesti dibangun. Pengintegrasian mata pelajaran dengan karakter, dapat dilakukan dengan melakukan analisis terhadap setiap kompetensi dasar dengan karakter yang dapat dikembangkan serta di tanamkan kepada peserta didik

Full Text:

PDF

Article Metrics :

References


Agung, Leo. (2001). Character Education Integration in Social Studies Learning. Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Historia, Volume 12 No. 2.

Amir, Saripudin. (2013). Pancasila As Integration Philosophy of Education And National Character. International Journal of Scientific & Technology Research, Volume 2 Issue 1.

Biesta, G. (2012). Mixed methods. In J. Arthur, Research methods and methodologies in education. SAGE Publication.

Cohen, L., Manion, L., & Morrison, L. (2007). Research methods in education (7th edition). Routledge.

Creswell, J. (2017). Research design, qualitative, quantitative and mixed methods approaches. London: Sage Publication.

Dharma, S., & Siregar, R. (2014). Internalisasi Karakter melalui Model Project Citizen pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 6(2), 132-137.

Ivankova, N. V., Creswell, J. W., & Stick, S. L. (2006). Using mixed-methods sequential explanatory design: from theory to practice. Field Methods, 18(1), 3-20.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (2003). Undang-undang RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

______________________________________ (2018). Peraturan Menteri No. 20 tahun 2018, tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal.

Lazzavietamsi, F. (2020). Pesantren as Heart Knowledge Management. https://doi.org/10.4108/eai.13-2-2019.2286526

Mertens, D. M. (2014). Research and evaluation in education and psychology: Integrating diversity with quantitative, qualitative, and mixed methods. SAGE Publications.

Mujis, D. (2010). Doing quantitative research in education with SPSS. SAGE Publications.

Rohana, Etep (2018). Character Education Relation with Spiritual Intelligence in Islamic Education Perspective. Internasional Journal of Nusantara Islam, Vol. 6, No. 2.

Sabarudin. (2015). Model Pembelajaran "Web Based Education" Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas XII IPA SMA Negeri 1 Gantung. Khazanah Pendidikan, 8(2).

Santoso, Ridwan & Adha, M. Mona (2013). Inovasi Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Berbasis Lingkungansosial Dan Budaya. jurnal LPPM Unila.

Sudrajat, Ajat (2016). Mengapa Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan Karakter Universitas Negeri Yogyakarta

Suganti, S. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Value Clarification Technique Permainan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 9(2), 255-262.

Sulasmono, B. S., & Dwikurnaningsih, Y. (2012). Pengembangan Model Pembelajaran Adaptif, Kooperartif, Aktif dan Reflektif (Pakar). Satya Widya, 28(1), 93-110.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018, tentang Penguatan Pendidikan Karakter ada Satuan Pendidikan Formal

Prasetiyo, W. H. (2018). Peningkatan Civic Skills Dan Civic Empathy Mahasiswa Melalui Citizen Journalism Project. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2), 220-230.

Winataputera, Udin S (2001), Jati diri Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Demokrasi, Bandung, Program Pascasarjana UPI (Disertasi)

___________________(2012), Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Konteks Pendidikan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Bandung.

__________________ (2016), Posisi Akademik Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn) Dan Muatan/Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan (Ppkn) Dalam Konteks Sistem Pendidikan Nasional. Jurnal Mural Kemasyarakatan, Vol. 1, No. 1

https://www.beritasatu.com/nasional/657937/kualitas-pendidikan-masih-rendah-pakar- pemerintah-harus-fokus-perbaiki-mutu-guru