PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEHADIRAN PERGURUAN TINGGI DAN TINGKAT KESADARAN MASYARAKAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN TINGGI (STUDI KASUS MASYARAKAT KEC. LANGSA LAMA, KOTA LANGSA)

Deby Chintia Saragih
Alfa Ichatul Jannah
Okhaifi Prasetyo


DOI: https://doi.org/10.29100/insp.v20i2.4147

Abstract


The purpose of conducting this study is none other than to find out the perceptions (views) of the community towards the presence of tertiary institutions (universities) and the level of public awareness of continuing higher education (a case study of the people of Langsa Lama District, Langsa City). In this study using descriptive qualitative research methods with a case study approach and the method of collecting sources used, namely secondary sources and primary sources, primary sources obtained directly from the object, namely the people of Langsa sub-district, long by way of direct interviews, observation and also documentation. Secondary sources can be through books, journal articles, theses, blogs and so on. Then the data analysis technique applied is divided into three stages, namely Data Reduction, Data Presentation and Drawing Conclusions. The results of this study show that (1). The public's perception (view) of the presence of tertiary institutions in the Langsa Lama District is very good for increasing the quality of human resources (HR). (2) The presence of tertiary institutions has had a very positive impact, including the impact of increasing the community's economy in Langsa Lama District, Langsa City. (2) The level of awareness of the people of Langsa Lama District, Langsa City about the importance of continuing their education to the tertiary level is quite good because the community already understands the importance of continuing their education to the tertiary level. The people in the Langsa Lama sub-district are aware that by continuing their education to tertiary institutions, their first goal is not just to find a job, but to study, add insight, increase intelligence, skills and knowledge obtained in college and then apply it in life to get a job at field.


Article Metrics :

References


Armalita, S., & Yuriani. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat untuk Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi Siswa Kelas XII Jurusan Tata Boga di SMK Negeri 4 dan SMK Negeri 6 Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Teknik Boga, 5(2), 74–80.

Ayuni, V. Q., & Wahjudi, E. (2021). Pengaruh Lingkungan Sekolah dan Self Efficacy terhadap Minat Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi Dengan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Sebagai Variabel Moderasi. EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Pembelajarannya, 9(2), 110. https://doi.org/10.25273/equilibrium.v9i2.10008

Basrowi dan Juariyah, S. (2010). Jurnal Ekonomi & Pendidikan, Volume 7 Nomor 1, April 2010. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, 7(April), 58–81. S Juariyah - Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 2010 - journal.uny.ac.id

Elfian, E., Ariwibowo, P., & Johan, R. S. (2018). Peran Pendidikan Tinggi dalam Meningkatkan Minat Masyarakat untuk Produktivitas Pendidikan. Sosio E-Kons, 9(3), 200. https://doi.org/10.30998/sosioekons.v9i3.1870

Febriyanti, I. (2016). Pendidikan Gratis Dan Kesadaran Pendidikan Pada Masyarakat Di Desa Bontoala Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Jurnal Sosialisasi, 53(9), 1689–1699.

Istiarsono. (2020). pendidikan dalam era globalisasi. Jurnal Intelegensia.Vol I No. 4. 05 Mai 2020.

Jamaluddin, Quthny, Y. A., & Bahrudin, B. (2022). Persepsi Masyarakat Terhadap Pentingnya Pendidikan Pada Remaja di Desa Liprak Kidul Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 5(2), 105–111. http://journal.ummat.ac.id/index.php/pendekar/article/view/9980%0Ahttps://journal.ummat.ac.id/index.php/pendekar/article/download/9980/4915

Ladaria, Y. H., Lumintang, J., & Paat, C. J. (2020). Kajian Sosiologi tentang Tingkat Kesadaran Pendidikan pada Masyarakat Desa Labuan Kapelak Kecamatan Banggai Selatan Kabupaten Banggai Laut. Jurnal Holistik, 13(2), 1–15.

Misnawati, M. (2019). Persepsi Dan Motivasi Masyarakat Dalam Melanjutkan Studi Anak Ke Perguruan Tinggi Di Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Society, 10(1), 70–85. https://doi.org/10.20414/society.v10i1.1489

Moleong, L. J. (2013). “Metode Penelitian Kualitatif.” PT. Remaja Rosda Karya.

Moleong, L. J. (2017). Moleong, Lexy J. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya. PT. Remaja Rosda Karya.

Nasution. (2004). sosiologi pendidikan. jemmars bandung pt rineka cipta.

Oryza, S. B., & Listiadi, A. (2021). Pengaruh Motivasi Belajar dan Status Sosial Ekonomi Orangtua Terhadap Minat Melanjutkan ke Perguruan Tinggi dengan Prestasi Belajar Sebagai Variabel MediasiMotivasi Belajar Dan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Minat Melanjutkan Ke Perguruan Tinggi. JPEKA: Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen Dan Keuangan, 5(1), 23–36. https://doi.org/10.26740/jpeka.v5n1.p23-36

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. (2003).

Sada, H. J. (2017). Peran Masyarakat Dalam Pendidikan perspektif Pendidikan Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 117. https://doi.org/10.24042/atjpi.v8i1.2120

Sedyati, R. N. (2022). Perguruan Tinggi Sebagai Agen Pendidikan dan Agen Pertumbuhan Ekonomi. Jurnal Pendidikan Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi, Dan Ilmu Sosial, 16(1), 155–160. https://doi.org/10.19184/jpe.v16i1.27957

Soekanto. (2006). sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R dan D. Bandung: Alfabeta. (2014). 2014.

Sugiyono. (2018). metode Penelitian Pendidikan Kuantatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:Alfabeta. Bandung : Alfabeta.

Sujana, I. W. C. (2019). Fungsi Dan Tujuan Pendidikan Indonesia. Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar, 4(1), 29. https://doi.org/10.25078/aw.v4i1.927