ANALISIS EFEKTIFITAS DAN DAMPAK PENGADAAN KARTU TANI DI DESA KARANGANOM KECAMATAN KAUMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

Andaru Hardian Nursholeh
Tutut Suryaningsih


DOI: https://doi.org/10.29100/jupeko.v7i1.2856

Abstract


Pertanian adalah kegiatan produksi yang didasarkan pada proses pertumbuhan tumbuhan dan hewan yang meliputi proses penanaman, pemeliharaan, pembibitan, dan pemanenan. Di desa Karanganom pertanian merupakan salah satu mata pencaharian utama masyarakat, kebutuhan akan bahan penunjang pertanian seperti pupuk bersubsidi dan obat-obatan pertanian tinggi di lingkungan desa Karanganom. Kartu tani merupakan perwujudan dari strategi pemerintah untuk mengontrol distribusi pupuk bersubsidi, kartu tani menggabungkan layanan perbankan BNI dengan SIMPI (Sistem Manajemen Pangan Indonesia). Dengan adanya kartu tani ini banyak petani yang terkena imbasnya, termasuk masyarakat petani di desa Karanganom. Efektivitas program kartu tani di desa Karanganom masih rendah terbukti dengan masih rendahnya penyaluran kartu tani kepada penerima kartu dimana dari total 165 penerima pada tahap pertama baru 77 kartu yang terdistribusi dan sebanyak 88 kartu telah dibagikan. belum dibagikan, sedangkan untuk tahap kedua sebanyak 67 kartu masih dibagikan 36 kartu dan sisanya 31 kartu belum dibagikan. Selain itu, fasilitas pelaksanaan berupa pupuk bersubsidi belum disediakan sehingga kartu tidak bisa digunakan. Dampak yang dirasakan petani hingga saat ini masih cenderung negatif karena kartu tersebut masih belum bisa berfungsi, petani merasa ribet dan bingung dengan adanya kartu tani ini. Mereka juga mengeluhkan kenaikan harga pupuk bersubsidi akibat kebijakan pemerintah untuk mengurangi subsidi pupuk.

Keywords


Kartu Tani, Efektifitas, Dampak

Article Metrics :