STRATEGI KONFLIK KOGNITIF (COGNITIVE CONFLICTS) DALAM MENGATASI MISKONSEPSI SISWA

Ratih Puspasari

Abstract


Konflik kognitif sering dijumpai oleh seseorang yang sedang belajar. konflik kognitif adalah keadaan dimana terdapat ketidak cocokan antara struktur kognitif  yang dimiliki atau dipunyai oleh seseorang dengan informasi yang baru dia dapat dari luar, jadi informasi baru yang diterimannya tidak cocok dengan struktur kognitif yang telah dia miliki. Ketidakyakinan, keraguan, kebingungan, kontradiksi, yang bertentangan dengan hal yang ada dalam pikirannya, maka hal ini menjadi tanda-tanda dari konflik kognitif. Piaget menyatakan bahwa struktur kognitif didalam otak manusia berkembang melalui interaksi dengan lingkungannya melalui asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah struktur pengetahuan baru dibuat atau dibangun atas dasar struktur pengetahuan yang sudah ada. Akomodasi, adalah struktur pengetahuan yang sudah ada dimodifikasi untuk menampung dan menyesuaikan dengan hadirnya pengalaman baru. Jika asimilasi dan akomodasi terjadi secara bebas (tanpa konflik), maka dikatakan bahwa struktur kognitif barada dalam keadaan equilibrium dengan lingkungannya. Sebaliknya, jika hal ini tidak terjadi pada diri seseorang, maka dikatakan ia mengalami ketidakseimbangan kognitif atau mengalami konflik kognitif (cognititive disequilibrium). Ketidakseimbangan kognitif atau konflik kognitif karena terjadi kekurangan data. Informasi yang didapat tidak cocok dengan pengetahuan atau struktur kognitif yang dimiliki, sehingga informasi yang ada tidak dapat diasimilasi. Akibatnya proses akomodasipun tidak terjadi terhadap informasi tersebut. Untuk mengakhiri konflik kognitif perlu adanya scafolding baik dari guru, maupun dari teman sebaya yang tidak mengalami konflik kognitif. Selain scafolding peranan metakognisi juga dapat membantu untuk mengakhiri konflik kognitif. Sehingga proses asimilasi dan akomodasi berlangsung dengan lancar. Berdasarkan hal ini, maka dapat dikatakan bahwa konflik kognitif perlu dikondisikan agar terjadi suatu equilibrium pada tingkat yang lebih tinggi daripada equilibrium yang sebelumnya

Keywords


konflik kognitif, strategi konflik kognitif, miskonsepsi, pembelajaran matematika

References


Anderson, L . W.,& Bourke, S. F. 2000. Assesing affective characteristics in the schools. Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum Associates.

Bearison, D. J., Magzamen, S., & Filardo, E. K. 1986. Socio-Conflict And Cognitivegrowth In Young Children. Merrill-Palmer Quarterly, 32, 51-72.

BodLakova, W. V. 1988. The Role Of External And Cognitive Conflict In Children’s Conservation Learning. Doctorial dissertation, City University of New York.

Botwin, G., & Murray, F. 1975. The efficacy of peer modeling and social conflict in the-acquisition of conservation. Child Development, 46., 796-799.

Chantor, G. N. 1983. Conflict, learning, and Piaget: comments on Zimmerman andBlom's "Toward an empirical test of the role of cognitive conflict in learning". Developmental Review. 3, 39-53

Chinn, C.A. & Brewer, W.F. (1998). An empirical test of a taxonomy of a responses toanomalous data in science. Journal of Research in Science Teaching, 35, 623–65

Dahar, Ratna Wilis. 2006. Teori-Teori Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta : Erlangga.

Dahar, Ratna Wilis. 2011. Theories Belajar dan Pembelajaran, Cet. V, Jakarta: Erlang-ga.

Damon, W.,& Killen, M. 1982. Peer interaction and the process of change in children’s moral reasoning. Merrill-Palmer Quartely, 28, 347-367

Furth, H. G. 1981. Piaget and Knowledge. Theoretical foundation. Chicago: University of Chicago Press

Ismaimuza, 2010. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Dengan Strategi Konflik Kognitif Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Sikap Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Matematika Volume 4.No.1 Juni 2010

Ismaimuza, Dasa. 2008. Pembelajaran Matematika dengan Konflik Kognitif. Seminar Matematika, (02) : 155-166

Johnson, D. W., & Johnson, R. T. 1979. Conflict in the classroom: Controversy and learning. Review of Educational Research, 49, 51-70.

Kamilah, Adinda (2016) Strategi Konflik Kognitif Dalam Pembelajaran Matematika http://copypasteme.blogspot.co.id/2016/12/strategi-konflik-kognitif-dalam.html diakses 10 Mei 2017

Kwon J, Lee,G. What do we know about students’ cognitive conflict in science class-room: a theoreticial model of cognitive conlict process, diakses dari

http:/www.ed.psu.edu/C1/Journals/2001

Kwon, J., Park, H., Kim, J., Lee, Y. J., & Lee. G. 2003. What Do We Know About Stu-dents' Cognitive Conflict In science Classroom: A Theoretical Model Of Cogni-tiveconflict Process. Research Report on Subject EducationRR98-VI-11, Minis-try of Education in Korea

Kwon, J., Park, H., Kim, J., Lee, Y.J., & Lee, G. 2000. The Analysis Of The Relationship Between Cognitive Conflict Characteristics (Levels And Patterns) And Response Patterns Of Students Confronted With Anomalous Situation In Learning Science. Research Report on Subject Education RR98-VI-11, Ministry of Education in Korea (written in Korean).

Lee et al .2002. Development Of An Instrument For Measuring Cognitive Conflict In Secondary Level Science Classes. Contract Grant Sponsor: Brain Of Korea 21 Project (Korean Ministry of Education). Correspondence to: G. Lee; E-mail: ghlee@snu.ac.kr DOI 10.1002/tea.10099 Published online in Wiley Inter-Science (www.interscience.wiley.com).

Lee, G. 2000. The Effects Of Cognitive Conflict, Learning Motivation, And Learning Strategies On High School Students’ Conceptual Changes In Physics. Un-published doctoral dissertation, Korea National University of Education, Chungbuk, Korea.

Lee, G., Kwon, J., Park, S.-S., Kim, J.-W., Kwon, H.-G., & Park, H.- K. (2003). Devel-opment of an instrument for measuring cognitive conflict in secondary-level sci-ence classes. Journal of Research in Science Teaching, 40(6), 585-603

Limo´n, M. 2001. On the cognitive conflict as an instructional strategy for conceptual change: A critical appraisal. Learning and Instruction, 11, 357–380

Lin, J.-Y. 2007. Responses to anomalous data obtained from repeatable experiments in the laboratory. Journal of Research in Science Teaching, 44(3), 506-528

Maharta, Nengah. 2003. Analisis Miskonsepsi Fisika SMA di Bandar Lampung. Skripsi. Lampung : FKIP Univ. Lampung

Matt Jarvis, Teori-Teori Psikologi, Cet. X, Bandung: Nusa Media, 2011, hal. 142-143

Mischel, T. 1971. Piaget: cognitive conflict and the motivation of thought. In Mischel,T. (Eds.), Cognitive development and epistemology. NY: Academic Press

Mohd. Surya, 2003. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran, Cet. II, Bandung: Yayasan Bhakti Winaya

Moody, Bruce. 2008. Connecting The Points: Cognitive Conflict And Decimal Magni-tude. Proceedings of the 33rd annual conference of the Mathematics Education Research Group of Australasia

Movshovitz-Hadar, N., & Hadass, R. 1990. Preservice education of math teachers using paradoxes. Educational Studies in Mathematics, 21, 265-287.

Murray, F. B. 1983. Equilibration as cognitive conflict. Developmental Review. 3, 54- 61.

Murray, F. B., Ames, G., & Botvin, G. 1977. The Acquisition Of Conservation Through-cognitive Dissonance. Journal of Educational Psychology. 69, 519-527

Riyanto Yatim, 2009. Paradigma Pembelajafran, Cet. I, Jakarta: Prenada Media Group.

Sabandar, J. 2005. Pendekatan Konflik Kognitif pada Pembelajaran Matematika dalam upaya mengembangkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Kreatif. National Sem-inar On Operrational Research , FMIPA UNPAD

Sadia, I Wayan. Efektivtas Model Konflik Kognitif dan Model Siklus Belajar untuk Mem-perbaiki Miskonsepsi Siswa dalam Pembelajaran Fisika. hal 4. http://www.google.com/url (diakses pada 10 Mei 2017).

Setyowati, A. 2011. Implementasi Pendekatan Konflik Kognitif Dalam Pembelajaran Fisika Untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP Kelas VIII. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia. 7.89-96.

Siegel, I. E. 1979. On Becoming A Thinker: A Psycho Educational Model. Educational Psychologist. 14, 70-78.

Stylianides, Andreas J. 2008. ”Cognitive Conflict’ As A Mechanism For Supporting Developmental Progressions In Students’ Knowledge About Proof.” ICME-11, 2008

Sutopo ( tanpa tahun) Konflik Kognitif Pada Pembelajaran Pecahan Di SDI Surya Bu-ana Malang, IAIN Tulungagung

Wadsworth, B. J, 1996. Piaget’s theory of cognitive and affective development. N.Y. Longman

Sanjaya, Wina, 2010. Strategi Pembelajaran Berorietnasi Standar Proses Pendidikan, Cet. VII, Jakarta: Prenada Media Group

Wiradana, I.W.G. 2011. Pengaruh Strategi Konflik Kognitif Dan Berpikir Kritis Ter-hadap Prestasi Belajar IPA Kelas VII SMP Negeri 1 Nusa Penida. Online. http://download.portalgaruda.org diakses 11 Mei 2017

Yuliati, Lia. 2008. Miskonsepsi dan Remidiasi Pembelajaran IPA, Universitas Negeri Malang

Zimmerman, B. J., & Blom, D. E. 1983. Toward An Empirical Test Of The Role Ofcog-nitive Conflict In Learning. Developmental Review. 3, 18-38.

(Tanpa Nama). (t.t). Miskonsepsi dan Konflik Kognitif. [Online]. http://bismillahinspirasimatematika.files.wordpress.com diakses 10 Mei 2017


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika [JP2M]
Program Studi Pendidikan Matematika
STKIP PGRI Tulungagung
e-mail: jp2m@stkippgritulungagung.ac.id
Contact: +62822 3230 8788    ;     +62856 4646 9847

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.