Analisis kesulitan siswa dalam menyelesaian soal matematika ditinjau dari tingkat berpikir kreatif

Hanik Mufidah


DOI: http://dx.doi.org/10.29100/jp2m.v5i1.1732

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika pada materi persamaan kuadrat ditinjau dari tingkat berpikir kreatif siswa dan faktor-faktor penyebab kesulitan siswa pada aspek tingkat berpikir kreatif baik dari siswa yang berkemampuan matematika tinggi, sedang, rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian meliputi, observasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan siswa dari tingkat berpikir kreatif rendah bahwa siswa tidak mampu memenuhi tiga komponen kreativitas yaitu kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan. Kesulitan siswa dari tingkat berpikir kreatif sedang yaitu siswa mampu memenuhi satu komponen kreativitas yaitu kefasihan tetapi tidak mampu dalam merespon atau memberi tanggapan secara lancar. Kesulitan siswa dari tingkat berpikir kreatif tinggi yaitu siswa mampu memenuhi satu komponen kreativitas yaitu kefasihan dan mampu menyelesaikan masalah dengan respon atau tanggapan yang lancar dan benar.

Keywords


kesulitan siswa; matematika; berpikir kreatif

Full Text:

PDF

Article Metrics :

Abstract view : 202 times
PDF View : 176 times

References


Muliawati, Novita. Eka. (2016). Diagnosis Kesulitan Mahasiswa Dalam Memahami Struktur Aljabar Dan Saffolding Berdasarkan Mapping Mathematics. JP2M, 2(2).

Mulyadi. 2010. Diagnosis Kesulitan Belajar dan Bimbingan Terhadap Kesulitan Belajar Khusus. Yogyakarta: Nuha Litera.

Setiawan, Ebta. Kamus Besar Bahasa Indonesia. www.kbbi.web.id/sulit diakses pada 23 Februari 2016.

Siswono, Tatag Yuli Eko. 2008. Model Pembelajaran Matematika Berbasis Pengajaran dan Pemecahan Masalah untuk Menigkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif. Surabaya: Unesa Universitas Press.

Soedjadi, R. 2011. Matematika Bagi Guru SD. Jakarta: Depdikbud.

Soejono. 1994, Diagnosis Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remidial Matematika. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti PPLPTK.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Laili, F. J., & Puspasari, R. (2018). Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa Ditinjau dari Kemampuan Koneksi Matematika. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Matematika (JP2M), 4(2), 1–10.

Sa’adah, Ulfatus and Jati Ariati. 2018. “Hubungan Antara Student Engagement (Keterlibatan Siswa) Dengan Prestasi Akademik Mata Pelajaran Matematika Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 9 Semarang.” Empati 7(1):69–75

Trizulfianto, Anggreini, D., & Waluyo, A. (2017). Analisis Kesulitan Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Materi Program Linier Berdasarkan Gaya Belajar Siswa. Pendidikan Matematika, 5(2)

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Hasanah, Nikmatul, Priyo, Bambang, Prasetyo, & Darmono. (2013). Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas X SMK N 1 Sapuran Tahun Pelajaran 2012/2013.

Sugiman. 2008. Koneksi Matematika Dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Pertama. (Online). Jounal.uny.ac.id. diakses 15 Mei 2017.

Karim, Asrul. 2011. “Penerapan Metode Penemuan Terbimbing Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Di Sekolah.” Jurnal Penelitian Pendidikan 1:21–32.

Kartiwi, Desak Putu. n.d. “Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Ditinjau Dari Bakat Numerik Dan Kecemasan Siswa Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kuta.” Jurnal Pendidikan Matematika 1–11