PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK TERPADU PADA GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BANDUNG TULUNGAGUNG

Yuliani Yuliani


DOI: http://dx.doi.org/10.29100/j-adimas.v2i2.314

Abstract


Pembelajaran tematik terpadu (PTP) atau integrated thematic instruction (ITI) dikembangkan pertama kali pada
awal tahun 1970-an. Belakangan ini PTP diyakini sebagai salah satu model pembelajaran yang efektif (highly
effective teachingmodel) karena mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi emosi, fisik, dan
akademik siswa di dalam kelas atau di lingkungan sekolah. Pembelajaran tematik terpadu pada awalnya
dikembangkan untuk anak-anak berbakat dan bertalenta (gifted and talented), anak-anak yang cerdas, pro-
gram perluasan belajar, dan peserta didik yang belajar cepat. Berdasarkan hasil obsevasi yang dilakukan
bahwa penerapan pembelajaran tematik terpadu yang diterapkan di SD Di Kecamatan Bandung belum dil-
aksanakan secara maksimal. Hal tersebut terlihat ketika pembelajaran sedang berlangsung, sekolah ini memang
menerapkan pembelajaran tematik akan tetapi pengemasan dengan pendekatan tematik terpadu sama sekali be-
lum terlihat. Pembelajaran tematik terpadu memiliki perbedaan kualitatif (qualitatively different) dengan model
pembelajaran lain. PTP sifatnya memandu peserta didik mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher
levels of thinking) atau keterampilan berpikir dengan mengoptimasi kecerdasan ganda (multiple thinking skills),
sebuah proses inovatif bagi pengembangnan dimensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Setelah dil-
aksanakan kegiatan pelatihan, peserta diberikan angket untuk diisi, isi angket memuat tentang manfaat pelaksa-
naan program pelatihan penyusunan RPP Tematik Terpadu dan dari hasil angket tersebut menunjukkan bahwa
peserta kegiatan yang menyetujui tentang rencana program lanjutan pelatihan penyusunan RPP Tematik
Terpadu
Kata Kunci: RPP, Tematik Terpadu, Guru, Sekolah Dasar.

Full Text:

PDF (Indonesian)

Article Metrics :

Abstract view : 80 times
PDF (Indonesian) View : 159 times