Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bagi Guru-Guru SDN Kendalbulur I Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung

Frita Devi Asriyanti


DOI: http://dx.doi.org/10.29100/j-adimas.v7i1.1151

Abstract


ABSTRAK

               Pelatihan untuk persiapan proposal penelitian tindakan kelas diadakan pada 16-17 September 2018, di SD Negeri Kendalbulur I, Kabupaten Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Peserta pelatihan adalah 17 orang yang merupakan guru di SDN Kendalbulur I. Pelatihan ini diadakan selama dua hari. Pelatihan ini juga melibatkan dua guru dari Sekolah Dasar Kendalbulur I yang melayani sebagai pembawa acara dan pembaca doa. Materi yang disampaikan adalah konsep dasar CAR dalam 30 menit. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi. Dalam mempresentasikan materi, presenter memberikan contoh masalah yang dapat diangkat dalam penelitian tindakan kelas. Materi ini disajikan oleh presenter melalui slide power point. Sesi berikutnya, peserta pelatihan diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang belum dipahami dan bertukar pengalaman terkait hambatan yang telah dialami dalam perumusan bagian awal proposal penelitian tindakan kelas. Ada 2 peserta yang mengajukan pertanyaan di sesi kedua ini. Salah satu peserta berbagi pengalaman terkait dengan kesulitan dalam menentukan langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah melalui metode inovatif, ditambah kepercayaan diri yang melekat dari peserta dalam menyiapkan proposal. Penanya kedua bertanya tentang ruang lingkup pemilihan judul penelitian. Presenter segera menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Dalam hal ini partisipasi peserta yang cukup baik, dengan berbagai pertanyaan dan kejujuran peserta, menyampaikan persepsi mereka sejauh ini tentang menulis proposal penelitian tindakan kelas, kesulitan yang dialami dan penyebab kurangnya kepercayaan diri mereka dalam mencoba menulis proposal penelitian . Dari pertanyaan dan jawaban tampak bahwa kelemahan para guru adalah bahwa mereka tidak pernah menulis begitu lama sehingga mereka sedikit lupa. Selain itu, tidak adanya pengawas membuat para guru tidak berani mencoba karena mereka tidak yakin akan kebenaran proposal yang dibuat. Setelah sesi tanya jawab, peserta dan presenter beristirahat untuk menikmati makanan ringan selama 15 menit.

 

Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Layanan, SDN Kendalbulur 1

Full Text:

PDF (Indonesian)

Article Metrics :

Abstract view : 16 times
PDF (Indonesian) View : 16 times