POTENSI KEBUDAYAAN BETAWI SEBAGAI PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL DAN BUDAYA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

Fajar Adinugraha
Andriyan Ino Ponto
Teresa RM Munthe


DOI: http://dx.doi.org/10.29100/eduproxima.v2i2.1625

Sari


Tujuan artikel ini, yaitu untuk mengkaji kearifan lokal dan budaya Betawi (upacara adat perkawinan dan kuliner Betawi) serta mengetahui implementasi Pendekatan Kearifan Lokal dan Budaya Betawi dalam pembelajaran Biologi. Pendekatan ini selanjutnya disingkat Pendekatan KALBU. Metode penelitian menggunakan kajian studi pustaka dan observasi langsung di Perkampungan Budaya Setu Babakan. Kompetensi pengetahuan Kebudayaan Betawi yang dapat diintegrasikan dalam Biologi Kelas X, yaitu topik Kingdom Plantae dan Kingdom Animalia. Hal ini karena kearifan lokal dan budaya Betawi memanfaatkan tumbuhan dan hewan dalam kebudayaannya. Pemanfaatan tumbuhan dan hewan tampak pada upacara perkawinan adat Betawi dan kuliner Betawi. Species yang digunakan sebagian besar adalah tumbuhan dari kelompok Eudicots, Monocots, dan Magnoliids. Species hewan biasanya digunakan sebagai pelengkap, seperti dari kelompok Aves dan Crustacea. Pendekatan KALBU dapat diintegrasikan dengan model pembelajaran berbasis proyek. Salah satu proyek yang dapat diterapkan adalah video pembelajaran mengenai kearifan lokal dan budaya Betawi di mana berkaitan dengan materi Kingdom Plantae dan Kingdom Animalia. Potensi kebudayaan Betawi dapat dijadikan alternatif pendekatan pembelajaran Kearifan Lokal dan Budaya (KALBU) pada Kurikulum 2013 karena pendekatan ini dapat mengukur kompetensi, antara lain sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.

Kata Kunci


Betawi; Pendekatan Kearifan Lokal dan Budaya; KALBU; Biologi SMA/MA; etnobiologi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adinugraha, F. (2019). Buku Siswa Biologi Kelas X SMA/MA. Jakarta: Puskurbuk Kemdikbud.

Adinugraha, F. (2019). Buku Guru Biologi Kelas X SMA/MA. Jakarta: Puskurbuk Kemdikbud.

Adinugraha, F. (2018). Model pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah media pembelajaran. Jurnal SAP, 3 (1): 1-9.

Adinugraha, F. (2019). Pendekatan kearifan lokal dan budaya (KALBU) dalam pembelajaran Biologi di Purworejo. Jurnal Pendidikan, 20 (1): 1-17.

Annafi, H., & Agustina, S. (2018). Pengembangan model pembelajaran Project Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal untuk mempersiapkan calon pendidikan yang berbudaya. Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 9 (1): 1-10.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta. (2019). Jumlah penduduk Provinsi DKI Jakarta menurut kelompok umur dan jenis lelamin, 2018. Online at https://jakarta.bps.go.id/ [diakses 03 Maret 2020, pukul 11.21 WIB].

Erwin, L. T., & Erwin, A. (2008). Peta 100 tempat makan makanan khas Betawi di Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Fatmawati, B. (2011). Pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa. Jurnal Pengajaran MIPA, 16 (2): 85-92.

Gardjito, M., Palupi, S., & Adimidjaja, L. F. (2016). Kuliner Betawi: Selaksa rasa dan cerita. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Gilitasha, A. (2018). Pembuatan bir pletok dengan menggunakan reverse spherification method sebagai inovasi produk berkelanjutan. Skripsi. Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, 1-24.

Habsari, R. (2007). Info boga Jakarta. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Hasanuddin, H. (2015). Etnobotani tanaman hias di Tanah Jambo Aye Aceh Utara. Prosiding Seminar Nasional Biotik, 96-111.

Hidayati, I. (2018). Mobilitas sirkuler. Online at http://kependudukan.lipi.go.id/ [diakses 03 Maret 2020, pukul 13.00].

Ishartani, D., Kawiji, K., & Khasanah, L. U. (2012). Produksi bir pletok kaya antioksidan. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 5 (2): 32-39.

Iskandar, J. (2016). Etnobiologi dan keragaman budaya di Indonesia. UMBARA, Indonesian Journal of Anthropology, 1 (1): 27-42.

Jagantara, I. M. W., Adnyana, P. B., & Widiyanti, N. L. P. M. (2014). Pengaruh model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) terhadap hasil belajar Biologi ditinjau dari gaya belajar siswa SMA. E jurnal Program Pascasarjan Universitas Pendidikan Ganesha, 4 (1): 1-13.

Jayani, D. H. (2019). Jumlah penduduk DKI Jakarta 2019 mencapai 10,5 juta jiwa. Online at https://databoks.katadata.co.id/ [diakses 03 Maret 2020, pukul 12.30 WIB].

Melati, M., Ilyas, S., Palupi, E. R., & Susila, A. D. (2015). Karakteristik fisik dan fisiologis jenis rimpang serta korelasinya viabilitas benih jahe putih besar (Zingiber officinale Rosc.). Jurnal Littri, 21 (2): 89-98.

Nasruddin, N., Kusumah, S. D., Purwana, B. H. S., & Kartawinata, A. M. (2011). Buku kearifan lokal di tengah modernisasi. Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

Pairul, P. P. B., Susianti, S., & Nasution, S. H. (2017). Jahe (Zingiber officinale) sebagai anti ulserogenik. Medula, 7 (5): 42-46.

Pathoni, A. (2008). Tinjauan hukum Islam terhadap tradisi khutbah penyerahan dan khutbah penerimaan dalam perkawinan adat Betawi: Studi kasus di Setu Babakan Kelurahan Srengseng Sawah. Skripsi UIN Jakarta, 1-59.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah [Permendikbud].

Pitoyo, A. J., & Triwahyudi, H. (2017). Dinamika perkembangan etnis di Indonesia dalam konteks persatuan negara. Populasi, 25 (1): 64-81.

Purbasari, M. (2010). Indahnya Betawi. Humaniora, 1 (1): 1-10.

Raven, P. H., Johnson, G. B., Mason, K. A., Losos, J. B., & Singer, S. R. (2011). New York: The Mc-Graw-Hill Companies.

Tim Admin. (2019). Perkampungan budaya Betawi. Online at http://www.setubabakanbetawi.com/ [diakses 02 Maret 2019, pukul 11.20 WIB].

Untari, D. T, Avenzora, R., Darusman, D., Arief, H., & Prihatno, J. (2018). Strategi pengembangan kuliner tradisional Betawi di DKI Jakarta. Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 2 (3): 313-340.

Urry, L. A, Chain, M. L., Wasserman, S. A., Minorsky, P. V., & Reece, J. B. (2017). Biology: Campbell Eleventh Edition. New York: Pearson.

Windarsih, A. (2013). Memahami “Betawi” dalam konteks cagar budaya Condet dan Setu Babakan. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 15 (1): 177-200.


Article Metrics :

Sari view : 103 times
PDF View : 55 times